cabai hibrida f1

Varietas cabai secara agronomis dibedakan jadi 2 type, yakni type hibrida serta non hibrida. Varietas hibrida merupakan varietas turunan pertama (F1) dari hasil persilangan dua galur murni. Sedang varietas non hibrida yaitu varietas galur murni tersebut serta sifatnya bersari bebas (bisa diperbanyak tanpa ada persilangan).

Sebagai hasil perkawinan dua indukan, varietas hibrida ini mempunyai kelebihan dibanding non hibrida, satu diantaranya adalah potensi hasil yang melebihi daripada kedua indukannya. Hal itulah yang menjadi alasankenapa, varietas hibrida semakin banyak ditanam oleh petani untuk memperoleh potensi keuntungan komersial yang semakin besar.

Walaupun demikian, varietas hibrida Karna pada turunan keduanya atau dimaksud benih F2, varietas itu bakal mengalami segregasi, hingga beberapa sifat unggul nya akan mnejadi  hilang atau menyusut. Nah keadaan ini memaksa petani harus membeli benih F1 lagi di toko pertanian.

Umumnya anda mungkin saja berpikir jika ini tak irit, karna harus selalumengeluarkan uang untuk pengadaan benih setiap kali ingin menanam. Namun hal itu bakal terbayar dengan keunggulan bibit hibrida berikut ini :

1. Produktivitas tinggi

Cabai unggul/hibrida biasanya mempunyai produktivitas tinggi pada kisaran 1-1, 2 kg/tanaman. bahkan juga terdapat banyak produsen benih yang mengklaim dapat membuahkan hingga 1, 5 kg/tanaman/musim tanam. Dengan perubahan tehnologi pemuliaan tanaman yang makin cepat tak menutup kemungkinan, varietas dengan potensi produktivitas tanaman yang makin tinggi bakal diketemukan nantinya. Nothing impossible..!

2. Daya simpan lama

Daya simpan cabai membuktikan seberapa lama kwalitas/mutu cabai itu bertahan pada suhu khusus. Biasanya petani/pedagang lebih suka menanam varietas yang daya simpannya lama, hingga bila di kirim ke daerah yang jauh tak akan cepat busuk. Cabai varietas unggul biasanya dapat bertahan 5-7 hari sesudah dipanen fresh (pada suhu 25-30’ C).

3. Tingkat kepedasan sesuai dengan selera pasar

Buah cabai yang di proses jadi cabai kering.

Rasa pedas dari cabai dikarenakan oleh adanya kandungan zat capcaisin. Tingkat kepedasan dari cabai yang dinginkan pasar tidak sama bergantung kebutuhannya masing-masing. Contoh, industri mie instan yang inginkan tingkat kepedasannya begitu pedas untuk Bumbu Kering. Bertolak belakang dengan industri saus yang inginkan rasa cabai yang tidak pedas.

4. Kwalitas buah sesuai dengan selera pasar

Yang disebut dengan kwalitas buah di sini yaitu penampilan fisik buah cabai. Misalnya industri saus memiliki standard ukuran seperti panjang serta diameter buah spesifik untuk dipakai. Atau industri tempat tinggal makan yang lebih suka cabai bewarna hijau tua serta rasa-rasanya pedas.

5. Usia genjah

Jika masalah daya taruh petani mencari yang lama, jadi untuk masalah usia panen petani semakin banyak mencari yang usia panennya genjah (lebih singkat). Pada varietas hibrida usia panen cabai nyaris semuanya genjah pada 75-90 hari sesudah tanam. Pemakaian varietas genjah pastinya bakal mengurani cost produksi diantaranya tenaga kerja serta cost perawatan (pupuk serta pestisida).

6. Ketahanan pada OPT (Organisme Pengganggu Tanaman)

Terkecuali 5 karakter diatas, ketahanan pada OPT yaitu karakter yang tidak kalah utama, bahkan juga begitu utama. Pikirkan anda miliki tanaman yang telah berbuah lebat serta bakal panen, karna tak tahan penyakit mendadak layu serta mati umpamanya. Tentu rasa-rasanya begitu menyesakkan, bukan?

Sekarang ini, seperti yang anda kenali, cuaca serta iklim cenderung sulit ditebak. Pagi cerah malamnya hujan. Belum lagi dampak fenomena alam seperti La Nina mengakibatkan serangan OPT dapat datang setiap saat tanpa ada mengetahui musim. Jadi, pilih varietas yang memiliki ketahan pada OPT seakan-akan satu kewajiban. Bagaimana menurut anda?

6 Karakter Yang Harus Ada di Varietas Cabai Hibrida F1

Tagged on:             

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
Konsultasi/ order / reseller WA/ TELP 082220443332Download