Pengawasan ketat dapat membuat anak depresi

Anda pernah melihat seorang anak yang depresi, minder dan lain – lain?,,
mungkin ini salah satu penyebab dari pengawasan ketat yang membuat anak depresi. Berikut adalah penjelasannya.

Melatih tingkat kemandirian serta ketahanan mental anak begitu utama serta mesti diawali sejak awal.

Sangat banyak orangtua tak mengerti kalau pengawasan yang terlalu berlebih (overprotective) pada anak dapat membawa efek negatif pada masa depan anak.

” Pengawasan terlalu berlebih menghalangi dari tingkat ketahanan mental anak, yang bisa menyebabkan anak lebih gampang gelisah atau depresi, ” tutur Michelle Reynold dari Head of School Australian Independent School.

Padahal ketahanan mental anak yang tinggi bakal tingkatkan level emosional serta sosial yang positif pada anak, keterlibatan dalam aktivitas belajar, kekuatan menangani bermacam kondisi susah, serta turunkan tingkat depresi.

“Jadi anak semakin lebih dapat mengetahui serta mengelola perasaan sendiri, mengerti perasaan orang lain, membuat serta melindungi jalinan yang positif dengan sekitarnya, dapat memecahkan permasalahan dengan cara mandiri serta membuat keputusan, dan mempunyai maksud untuk masa depan mereka” tuturnya.

Australian Independent School (AIS) lakukan pendekatan lewat Bounce Back Program yaitu pengajaran yang begitu interaktif, yang memberikan pemahaman siswa bagaimana semestinya berlaku serta berperilaku dalam hadapi kondisi/keadaan yang tidak sama di lingkungan mereka.

‚ÄĚSekolah begitu bertindak dalam perubahan siswa, lewat cara membuat lingkungan yang positif serta keyakinan diri yang kuat, ” kata Brenton Hall, Principal AIS Indonesia.

Dikatakannya, Bila siswa mempunyai ketahanan mental yang kuat, jadi siswa akan tidak cepat menyerah saat hadapi beragam pergantian serta tantangan dalam kehidupan.

Bounce Back Program di ajarkan lewat materi edukasi interaktif seperti games, musik, drama serta tehnologi.

Maksudnya tingkatkan kekuatan anak menangani kondisi tak nyaman yang dihadapi serta bangkit kembali, serta menumbuhkan nilai-nilai serta fikiran positif, meningkatkan pola fikir untuk menangani kondisi, serta menemukan sebuah keberanian dan kemandirian dalam kehidupan keseharian.

Di AIS, program itu diikuti oleh seluruh siswa dari mulai Taman Kanak-Kanak sampai kelas 6 SD, yakni sejumlah 1 sesi/minggu.

sumber :http://www.tribunnews.com/lifestyle/2017/02/28/pengawasan-berlebihan-bisa-mengakibatkan-anak-depresi:diakses tanggal 08 maret 2017

Nah, itu tadi penjelasan tentang bahayannya pengawasan ketat yang membuat anak depresi. Semoga bermanfaat.

 

Awas Pengawasan Ketat dapat Membuat Anak Depresi

Tagged on:         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
Konsultasi/ order / reseller WA/ TELP 082220443332Download