menteri pertanian bakal memecat anak buahnya yang terlibat kartel daging

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman‎ menyatakan akan memecat pegawainya yang didapati ikut serta dalam praktek kartel impor daging.

” Bila ada yang terlibat dengan orang kementerian, saya pecat, ” kata Amran selesai bertemu dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/2).

Di ketahui, KPK tengah mengusut masalah dugaan mengenai suap uji materi UU Nomer 41 Th. 2014 mengenai Peternakan serta Kesehatan Hewan yang menjerat bekas hakim MK, Patrialis Akbar. Dirut dari CV Sumber Laut Perkasa, Basuki Hariman sebagai tersangka pemberi suap pada Patrialis. diduga adalah sisi dari kartel daging impor.

Tanda-tanda itu mengemuka sesudah tim penyidik mengambil alih beberapa puluh stempel instansi serta institusi terkait dengan impor daging di kantor Basuki. Satu diantaranya, stempel Ditjen Peternakan serta Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

Disinggung tentang kehadiran stempel di kantor Basuki yang mempunyai beberapa puluh perusahaan impor itu, Amran menyatakan, stempel itu bukanlah stempel asli dari Kementerian Pertanian. Amran menyebutkan, pihaknya menyerahkan masalah ini pada KPK.

” Kami serahkan ke penegak hukum. Kami telah terangkan bila ada dari Kementerian Pertanian, bakal saya tindak tegas, ” tegasnya.

Dalam peluang ini, Amran menyampaikan dalam pertemuan ini, KPK berikan referensi pada Kemtan tentang persoalan pupuk bersubsidi, Credit Usaha Rakyat (KUR), benih bersubsidi, serta asuransi pertanian.

Tentang asuransi misalnya, KPK merekomendasikan Kemtan tingkatkan cakupan tempat pertanian yang dilindungi. Disebutkan, bila tahun lalu ada 233. 000 hektare yang terproteksi asuransi, tahun ini tempat yang dilindungi sebesar 644. 000 hektare.

” (Asuransi ini) untuk membantu petani kita pada saat terjadinya bencana alam. Kemudian sarannya yaitu kalau bisa,semua tempat kering yang riskan bencana juga memperoleh asuransi. Di satu segi pasti kita memikirkan hingga mengambil jalan tengah yaitu 30-70 daerah riskan atau 40-60, daerah riskan 40 %, daerah sedang dan sebagainya juga diberikan dengan cara seimbang, ” tuturnya.

Tentang subsidi pupuk, KPK mereferensikan beberapa hal supaya distribusi bantuan ini tepat padasasaran. Demikian pula untuk subsidi benih. Berkaitan pupuk oplosan, Amran menyatakan, ada 40 orang yang telah masuk bui karena mengoplos pupuk.

” Alhamdulilah saat ini hasil lebih baik serta produksi tambah baik. Bila ada yang main-main kita tak ada kompromi pada yang melakukan tindakan oplos, ” tegasnya.

Jubir KPK, Febri Diansyah menyampaikan, pihaknya mengundang Amran untuk berdiskusi berkaitan hasil kajian KPK mengenai subsidi negara untuk pertanian. Disebutkan, hasil kajian tentang benih, pupuk, KUR, serta asuransi pertanian ini bakal di uraikan dalam aktivitas berbarengan Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan, BUMN serta yang lain pada Selasa (28/2) yang akan datang. ” Kami mengharapkan ke depan ada perbaikan di bidang pertanian ini serta supaya subsidi tak salah tujuan, ” tuturnya.

Menteri Amran Bakal Pecat Anak Buahnya Yang Main Main dalam Impor Daging

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
Konsultasi/ order / reseller WA/ TELP 082220443332Download