Saat Kita Sibuk Mengumbar Aib Orang Lain Saat Itulag Kita Lupa Untuk Memperbaiki Diri

mengumbar aib

” Eh, tahu tidak dia tuh habis diputusin lho. Maka dari itu dia jadi stres seperti gitu. ”

” Ya panteslah sikapnya seperti gitu, orang tuanya kan baru cerai. ”

” Sok-sokan selfie dia, dulu sebelum operasi plastik dia kan buruk banget. ”

Mengumbar aib orang lain, hm… rasa-rasanya kita semuanya pernah melakukannya. Terlebih bila ada orang lain yang tingkah laku atau perbuatannya tampak lebih jelek dari kita, kita jadi merasa semakin leluasa menghakiminya lantaran kita merasa yang paling ” bersih “. Namun jangan pernah deh kita jadi sangat repot mengumbar aib orang lain serta jadi lupa untuk bercermin.

Tidak dapat disanggah terkadang kita demikian egois. Tidak memikirkan perasaan orang lain serta kita seenaknya saja mengumbar keburukan atau kekurangan orang lain. Hingga kita jadi lupa untuk melakukan perbaikan diri.

Kita Punya Kehidupan Sendiri

Saat kita membenci orang lain, kita sendiri yang bakal merasakan kepedihannya. Saat kita mengumbar keburukan orang lain, itu akan membuat kita rugi sendiri.Senantiasa ada pilihan serta jalan yang dapat kita ambil. Masing-masing orang memang mempunyai hidupnya sendiri. Alangkah sebaiknya bila kita lebih konsentrasi melakukan perbaikan diri ketimbang mengumbar keburukan orang lain yang belum pasti dianya lebih jelek dari kita.

Kita Tidak Pernah Tahu Rahasia serta Cerita yang Sebenarnya

Gampang sekali kita menghakimi orang lain. Walau sebenarnya belum pasti mengetahuinya secarakeseluruhan ceritanyaserta rahasia yang disembunyikan. Kita mengumbar hal yang seakan yang paling benar. Namun mungkin saja itu sesungguhnya luka yang ingin dia sembunyikan dalam-dalam. Tapi kita jadi membuat luka itu semakin dalam lantaran menyebarkannya sembarangan.

Hidupmu Sangat Bernilai untuk Di habiskan Membenci Seorang

Kerap kita mencari pembenaran dari setiap aksi serta tingkah laku kita. Seperti kita merasa memiliki hak mengumbar keburukan seorang lantaran orang itu sudah melukai kita. Kita merasa memiliki hak menghancurkan hidup seorang lantaran ia pernah menjatuhkan kita. Namun bila kita menghancurkannya, apa bedanya kita dengannya? Hidup ini sangat bernilai bila hanya di habiskan untuk membenci seorang.

Sempatkan Sejenak untuk Bercermin

Waktunya untuk menyempatkan diri sesaat untuk bercermin. Sebelum kita mengumbar keburukan orang lain, kita perlu mengingat kalau diri kita juga mempunyai banyak keburukan serta kekurangan. Memangnya siapa diri kita yang mengaku-ngaku memiliki hak menjatuhkan orang lain?

Bukan punya maksud menggurui, namun yuk kita bersama-samaberupaya selalu melakukan perbaikan diri. Kita tidak pernah tahu perubahan serta nasib seorang yang akan datang. Mungkin saja orang yang kita anggap jelek sekarang ini bakal beralih jadi orang yang jauh lebih baik dari siapapun. Stay positive, think positive!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
Konsultasi/ order / reseller WA/ TELP 082220443332Download